Bunga Tulip



BMM - 01 Rp. 1.950.000



BMM - 02 Rp. 1.250.000



BMM - 03 Rp. 950.000



BMM - 04 Rp. 1.100.000



BMM - 05 Rp. 1.500.000



BMM - 06 Rp. 1.500.000



BMM - 07 Rp. 950.000



BMM - 08 Rp. 950.000


BMM - 09 Rp. 950.000



BMM - 10 Rp. 1.000.000




SEJARAH BUNGA TULIP DI BELANDA

Mulanya bunga tulip dibudidayakan pada masa Kekaisaran Ottoman Turki, dan kemudian masuk ke Belanda pada abad keenam belas. Sesudah Carolus Clusius menulis buku besar bertemakan bunga tulip pada tahun 1592, bunga tulip menjadi amat benar-benar dan sungguh-sungguh betul popular, sehingga menyebabkan kebun bunganya diserang dan benih benih bunga tulip miliknya dicuri secara teratur. Seiring dengan berkembangnya Zaman Keemasan Belanda, demikian itu semacam itu pula bunga yang bulat dan berwarna warni ini. Bunga tulip menjadi objek lukisan dan festival yang digemari. Pada pertengahan abad ketujuh belas, bunga tulip menjadi amat benar-benar sungguh-sungguh kebetulan populer, sehingga menyebabkan kegoncangan ekonomi untuk pertama kalinya, yang diketahui sebagai Demam Tulip/\"Tulip Mania\" (tulipomania). Banyaknya masyarakat yang memborong tulip sudah menyebabkan harga tulip menjadi amat benar-benar sungguh mahal, Sehingga tulip berfungsi sebagai uang, hingga pada akibatnya pasar bunga tulip mengalami kejatuhan.